KKN UNDIP Bekali Remaja Putri melalui Program “Perempuan Berdaya”

Sukoharjo – Tim II Reguler Kuliah Kerja Nyata (KKN-R) Universitas Diponegoro Tahun 2026 Desa Demakan melaksanakan program multidisiplin bertajuk "Perempuan Berdaya: Sehat, Paham Hak, dan Percaya Diri" pada Jumat 24 Juli 2026, di Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 72 santriwati sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja perempuan mengenai kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, perlindungan hak perempuan, serta pengembangan rasa percaya diri.

Program ini diselenggarakan sebagai bentuk kolaborasi lintas disiplin dalam rangka KKN Kolaborasi Kecamatan Berdaya, yang mengintegrasikan berbagai bidang keilmuan untuk menjawab kebutuhan remaja perempuan di masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjaga diri, memahami hak-haknya, serta mampu mengekspresikan diri secara positif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai reproduksi, pubertas, privasi tubuh, dan batasan diri yang disampaikan olah Ratih Biguna Lenadtri (Psikologi, Fakultas Psikologi). Materi gizi seimbang dan pencegahan anemia disampaikan oleh Khairunnisa Hanan Salsabila (Gizi, Fakultas Kedokteran). Edukasi mengenai hak dan perlindungan hukum bagi perempuan disampaikan oleh Khalisha Faya Pradipta (Hukum, Fakultas Hukum). Sosialisasi layanan kesehatan dan perlindungan bagi perempuan dibawakan oleh Yumna Mahira Prasetyawan (Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), sedangkan materi literasi emosi, anti hoaks, dan pengembangan kepercayaan diri melalui ruang berekspresi dipandu oleh Citra Probo Pangesti Santoso Putri (Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya). Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai perubahan yang dialami selama masa remaja.

Selanjutnya, peserta memperoleh edukasi mengenai gizi remaja putri, khususnya pentingnya pemenuhan zat gizi selama menstruasi, pencegahan anemia, serta penerapan pola makan bergizi seimbang untuk mendukung kesehatan reproduksi. Selain itu, peserta juga diajak memahami konsep body image positif, sehingga mampu menerima perubahan tubuh secara sehat tanpa terpengaruh oleh standar kecantikan yang tidak realistis.

Pada sesi berikutnya, Tim KKN memberikan penyuluhan mengenai kekerasan dan perundungan, meliputi berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, perlindungan hukum bagi korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan. Peserta juga dikenalkan dengan berbagai layanan publik yang dapat diakses, seperti Puskesmas, Posyandu Remaja, dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), beserta alur pelaporan apabila membutuhkan pendampingan.

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pentingnya literasi digital, pemilahan informasi dan berita hoaks, serta penyediaan ruang berekspresi yang sehat bagi remaja perempuan. Pada sesi ini, peserta mengikuti mini workshop menulis ekspresif dengan prompt “Surat Untukku Lima Tahun Mendatang” yang telah disiapkan. Kegiatan tersebut bertujuan melatih kemampuan mengenali emosi, mengungkapkan pikiran secara positif, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan pendapat.

Selama kegiatan berlangsung, para santriwati menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi berlangsung aktif dengan banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait kesehatan reproduksi, cara menjaga batasan diri dalam pergaulan, pencegahan anemia, hingga langkah yang harus dilakukan apabila mengalami tindakan perundungan atau kekerasan.

Pada sesi terakhir acara, beberapa peserta yang bersedia tampil diminta maju ke depan untuk membacakan harapan bagi diri mereka lima tahun mendatang sekaligus pesan untuk teman-teman sesama santriwati. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling dinanti, karena peserta terlihat antusias saling menyemangati satu sama lain sebelum maju ke depan.

“Aku harap untuk diriku tetaplah jadi diri sendiri walaupun rencana-rencana yang lalu itu gagal, tidak masalah dan itu wajar. Tapi bagaimana cara kamu menyikapi kegagalan itu menunjukkan kedewasaan dan terima kasih untuk diriku yang telah melangkah sampai saat ini, kamu itu berharga, kamu itu hebat karena telah berani mencoba.”-Vivi

Ungkapan tersebut disambut tepuk tangan dari peserta lain yang turut merasakan kehangatan suasana kebersamaan malam itu.

Beberapa peserta juga menyampaikan kesannya secara terbuka. Mereka mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah mereka peroleh secara menyeluruh, terutama terkait kesehatan reproduksi dan cara melindungi diri.

“Acara hari ini seru banget, kami jadi semangat mengikuti setiap sesinya. Dari acara ini kami dapat pesan bahwa perempuan itu harus jadi pribadi yang baik, percaya diri, dan bisa menjaga diri sendiri.”- Jihan & Anora

Melalui program "Perempuan Berdaya: Sehat, Paham Hak, dan Percaya Diri", Tim II KKN-R Universitas Diponegoro berharap para santriwati mampu menjadi remaja yang lebih sehat, memahami hak-haknya, berani melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan, serta memiliki kepercayaan diri untuk berkembang dan berkontribusi positif di lingkungan masyarakat. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan yang lebih ramah, aman, dan mendukung pemberdayaan perempuan sejak usia remaja melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pondok pesantren, dan masyarakat Desa Demakan.